Apa Bisa Nambah Pad Drum Merek Lain ke Modul Drum Yamaha?

Halo, ketemu lagi sama saya, Iman Prabawa. Kali ini saya mau ngebahas mengenai pertanyaan yang saya lihat banyak ditanyakan dan kemarin juga saya baru saja mendapatkan pertanyaan yang seperti ini oleh salah satu pembeli karya saya yang ada di Karya Karsa.

Oh iya, buat kalian yang belum tahu, saya juga banyak menulis postingan di Karya Karsa. Postingan yang saya tulis di Karya Karsa itu sifatnya adalah postingan yang istimewa atau khusus karena tidak saya posting di blog saya ini ataupun di YouTube channel Belajar Drum Iman.

Kalian bisa melihat postingan-postingan saya di Karya Karsa dengan KLIK DI SINI.

Apa Bisa Nambah Pad Drum Merek Lain ke Modul Drum Yamaha?

Buat kalian yang pemula dan ingin belajar drum, bisa belajar drum dengan saya dengan cara membeli Paket Video Belajar Drum Pemula saya di sini: https://karyakarsa.com/belajardrumiman/series/belajar-drum-pemula-iman-prabawa

Atau kalian juga bisa membeli e-book drum saya di sini: https://karyakarsa.com/belajardrumiman/e-book-belajar-drum-pemula

Dan buat kalian yang bukan pemula, bisa belajar dari video pelajaran drum para drummer handal dunia yang sudah saya berikan subtitle bahasa Indonesianya di sini: https://karyakarsa.com/belajardrumiman/series/video-belajar-drum-subtitle-indonesia

Dan untuk pelajaran drum lainnya dari saya, kalian bisa melihatnya di sini: https://karyakarsa.com/belajardrumiman/series

Atau kalian bisa berlangganan secara bulanan melalui Trakteer saya di sini: https://trakteer.id/belajardrumiman/showcase

Kalau begitu yuk langsung aja kita bahas mengenai hal ini.


Saya Mau Nambahin Pad Merek X Bisa Ngga?

Saya kemarin itu mendapatkan pertanyaan dari salah satu yang membeli karya saya mengenai Panduan Menambah Pad Drum Elektrik Di Yamaha DTX 6.

Dia meminta bantuan saya untuk mensetting kick pad merek Melon apa ya kalau ngga salah? Saya lupa merek tepatnya apa, tapi dia bilang itu produk Cina dan dia kebetulan pake modulnya adalah modul Yamaha DTX Pro yang digunakan untuk drum DTX 6 dan DTX 8.

Dia bilang sudah coba pasang dan dia coba bandingkan dengan kick pad KP 90 yang dia dapat saat dia membeli drum Yamaha DTX 6 dan menurut dia, sensitivitasnya beda, ngga sesensitif kalau dia pake kick pad Yamaha KP 90.

Itulah mengapa dia minta bantuan saya untuk mensetting agar kick pad merek Melonnya dia itu bisa sesensitif kick pad KP 90nya dia.

Nah! Saya rasa banyak sekali pertanyaan mengenai hal ini. Bisa ngga saya pake pad merek Roland tapi saya pakenya modul Yamaha DTX? Atau saya punya pad NUX dan saya mau tambahkan di modul DTX Pro Yamaha yang saya gunakan.

Kalau untuk sekedar ngomong bisa bunyi, kemungkinan besar bisa bunyi. Tapi kalau kalian mengharapkan pad tersebut bisa bekerja sebaik pad drum yang satu merek dengan modulnya maka ya jangan terlalu berharap.


Ada Hardware Ada Driver

Biasanya sebuah hardware atau perangkat itu perlu didukung dengan drivernya atau softwarenya yang akan mengendalikan hardware tersebut. Hal ini sangat wajar kalau di dunia komputer.

Buat kalian yang suka ngerakit komputer pasti tahu, kalau hardware itu bergantung dengan drivernya. Support drivernya dengan update yang bisa membuat hardware tersebut bekerja dengan baik itu perlu ada, karena kalau ngga ada perangkat keras atau hardware tersebut tidak akan bisa bekerja dengan baik.

Kalau komputer yang sekarang, kita ngga perlu repot install driver saat kita pasang hardware, karena udah otomatis konek ke internet dan dia akan nyari sendiri drivernya terus install sendiri deh, tapi kalau kalian pernah mengalami masa-masa kaya Windows 95, di jaman itu, kalau kita pasang hardware itu kita harus install driver atau softwarenya karena kalau ngga kita install maka hardware tersebut sama sekali ngga bisa digunakan.

Jadi yang mengendalikan hardwarenya itu ya drivernya. Bayangin drum Yamaha, dia buat pad drum Yamaha lalu buat modul dong? Pad drum itu adalah hardwarenya lalu agar si hardware itu bisa bekerja dengan baik misalnya kesensitivitasan dari si pad drumnya itu bisa bekerja dengan baik maka pabrikan Yamaha juga harus membuat driver untuk pad drum tersebut.

Kalau mereka ngga buat, pad drum itu tidak akan bekerja dengan baik. Saya berikan contoh misalnya yang saya rasakan dengan update firmware terbaru Yamaha di versi 2.00. Kebetulan saya sudah membuat videonya, dan kalian bisa tonton video saya di bawah ini.

Di menit 16:13 saya bilang kalau saya merasakan dengan update firmware terbaru ini, pad drumnya jadi terasa lebih sensitif aja dari sebelumnya padahal pad drumnya masih pad drum yang sama tapi karena firmwarenya atau drivernya atau software yang fungsinya mengendalikan pad-pad drum tersebut diperbaiki maka hasilnya adalah kesensitivitasannya yang saya rasakan berasa sekali.

Lalu kalian bisa tonton juga video di bawah ini, video resmi dari Yamaha.

Di menit 3:13 si Simon Edgoose (nama orang yang mendemokan drum tersebut di video itu) menjelaskan bahwa di update firmware yang terbaru itu sekarang kalau kita injek hi hatnya, dan kita mainkan stick kita di hi hat itu maka pitchnya akan sedikit naik.

Dan ini adalah hal yang normal kalau kalian pernah dan biasa bermain di drum akustik. Kalau kalian bermain di drum akustik, terus hi hatnya kalian injak dengan keras lalu kalian pukulkan stick kalian di hi hat maka pitch dari hi hat kalian itu akan naik. Dan ini yang dikejar sama pihak Yamaha karena mereka ingin mendapatkan sedetail mungkin agar drum elektrik mereka bisa sedekat mungkin dengan drum akustik.

Di firmware versi sebelumnya hal ini ngga bisa dilakukan! Jadi, bisa kalian lihat, dengan adanya pembaruan driver dari versi 1.05 ke versi 2.00 sekarang apa yang tadinya tidak bisa dilakukan di versi 1.05 sekarang bisa dilakukan. Itu artinya apa? Bahwa driver itu amat sangat besar fungsinya.

Sekarang bayangkan kalian pake pad drum merek Roland dipasangkan di modul merek Yamaha lalu kalian berharap pad tersebut bisa bekerja sebaik pad drum Yamaha, ya ngga akan mungkin. Kalau sekedar bunyi aja sih menurut saya bisa, tapi untuk sedetail seperti pad drum Yamaha di modul Yamaha maka ngga akan bisa walau kalian utak atik di modul kalian karena memang softwarenya tidak didesain untuk hardware tersebut.

Dan ngapain juga pabrikan Yamaha cape-cape ngebuat driver agar pad drum merek Roland atau merek NUX atau merek yang lain bisa digunakan di modul drum mereka? Mereka tentunya lebih berharap orang-orang membeli merek mereka kan? Begitu juga dengan pabrikan Roland. Mereka pasti lebih berharap orang-orang membeli produk Roland, dan begitu juga dengan pabrikan NUX. Mereka juga pasti berharap orang-orang membeli produk NUX mereka.


Contoh Pad Yamaha Dipasang Di Modul NUX

Ini kebetulan saya mendapatkan video contoh di mana ada yang nyobain, YouTube channelnya adalah Seribu Musik. Dia mencoba memasangkan pad drum Yamaha XP 80 di modul NUX. 

Silakan ditonton aja videonya di bawah ini.

Seperti yang kalian bisa tonton di video di atas, kalau untuk bunyi sih bunyi, tapi ngga maksimal. Masalah sensitivitasnya ngga sesensitif kalau menggunakan pad drum merek NUX.

Jadi, ya kalau memang ingin pad drumnya bekerja dengan sebaik-baiknya, gunakan pad drum merek Yamaha dengan modul dari merek Yamaha, dan pad drum merek Roland dengan modul dari merek Roland, dan juga pad drum NUX dengan modul dari merek NUX.

Pokoknya merek padnya harus sama dengan merek modulnya. Itu aja sih kalau menurut kalau kalian ingin mendapatkan hasil yang terbaik ya. Kalau kalian hanya ingin sekedar bunyi doang nih, ya ngga masalah. Dan kalian ngga masalah misalnya ada fiturnya yang jadi hilang, misalnya yang seharusnya bisa 3 zone, malah cuma jadi 2 zone atau mungkin cuma jadi 1 zone aja.

Hal-hal seperti mungkin saja terjadi karena seperti yang sudah saya jelaskan di atas, perangkat kerasnya yaitu pad drumnya haruslah didukung dengan drivernya. Kalau ngga ada, ya udah, jadinya apa adanya aja. Sekedar bunyi tapi ngga sensitif misalnya atau dari 3 zone cuma jadi 2 zone aja, simplenya ada fitur yang hilang maka hal itu wajar saja.


Kesimpulan

Kalau ingin hasil terbaik ya saran saya gunakan merek yang sama. Pad drumnya merek A, modulnya merek A. Pad drumnya merek B, maka modul drumnya juga dari merek B. Seperti itu aja sih.

Dan kalau saya boleh menyarankan untuk di Indonesia saya lebih ke Yamaha karena pertimbangan pad drumnya gampang dibelinya kalau untuk di Indonesia ya. Lalu kita bisa beli satuan. Banyak yang menjual pad drum Yamaha secara satuan entah itu di Tokopedia atau si Shopee.

Modulnya juga bisa kita beli satuan. Jadi kalau kita ingin upgrade nanti akan gampang buat kita. Itu sih kalau menurut pertimbangan saya lho, tapi kalian boleh saja tidak setuju dengan saya. Misalnya kalian lebih ke Roland banget nih karena pertimbangan soundnya lebih bagus atau misalnya Roland jauh lebih bergengsi ketimbang Yamaha. Ya silakan aja sih.

Saya hanya memberikan opini saya saja dan opini saya ini merupakan opini yang subjektif aja. Mau diikuti silakan, tapi ngga mau diikuti juga silakan aja.

Dan kalau kalian ada yang ingin ditanyakan seputar drum elektrik kalian, kalian bisa konsultasi dengan saya. KLIK DI SINI kalau ada yang ingin kalian konsultasikan dengan saya.

Kalau begitu sampai ketemu lagi di artikel saya yang lainnya di blog ini ya. Salam drummer!

Komentar